"Did you have goal in your life?"
Pertanyaan itu selalu tergiang-giang di kepalaku. Tujuan? Pernahkah kamu memikirkan tujuanmu? Untuk apa kamu hidup sekarang?
Selalu. Selalu kupikirkan bahwa setiap orang memiliki tujuan untuk hidupnya masing-masing. Tujuan yang dia buat sendiri, atau tujuan yang sudah diberi oleh Nya. Yang dikenal takdir.
Kuberi waktu kalian 1 menit untuk memikirkan tujuanmu. Apa cukup 1 menit? Tentu tidak. Ibaratkan kalian membangun suatu rumah, tidak dengan sekejap mata rumah itu akan jadi. Perlu perencanaan tentunya. Ukuran, panjang, lebar, tinggi, dan sebagainya. Begitu pula dengan tujuan yang kalian punya.
Dari aku umur 5 tahun, aku sudah memikirkan aku ingin menjadi dokter. Jadi tujuanku untuk menjadi dokter. Bukan hanya itu saja tujuanku hidup. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usiaku kira-kira aku berumur 8 tahun tujuanku untuk hidup ingin menjadi orang kaya. Bukan tanpa sebab aku berkata seperti itu, karena terlalu banyak melihat orang-orang elit yang dekat dengan diriku, aku ingin menjadi seperti mereka.
Memang lucu, tujuanku ingin menjadi orang kaya. Tetapi ketika aku di umur 8 tahun, apalah hanya bocah sd yang tau hidup itu berjalan mudah. Tujuanku tetap menjadi orang kaya, bahkan aku sudah berandai-andai jika aku menjadi orang kaya, aku akan membangun rumah bagaikan istana, dan jalan menuju rumahku merupakan miliku sendiri. Memang bocah sekali.
Seiring dengan semakin berandai-andai usiaku bertambah ketika berumur 11 tahun aku mulai memiliki tujuan yaitu ingin memiliki nilai UN tertinggi se-Indonesia memang sangat-sangat tidak diprediksi aku memilki tujuan seperti, walaupun nilai UN ku tidak seperti tujuan yang ku inginkan tetapi aku puas.
Usiaku semakin bertambah, dikala itu umurku 12 tahun aku mulai berpikir lagi, apa tujuan hidupku hanya untuk menjadi dokter? Untuk menjadi orang kaya? Untuk memiliki nilai UN tertinggi? Tentu tidak. Aku mulai berpikir tentang agamaku sendiri, dikala itu ketika aku berumur 9 tahun, aku bertemu seorang perempuan, perempuan ini yang kerap kali aku jadikan contohku. Siapa dia? Kakak tingkatku, dia cantik, baik, pintar dan yang paling aku bangga dengannya dia memang sangat-sangat mengetahui agama, suara ngajinya sangat bagus, usia kami berbeda 3 tahun, mungkin dikala itu usia dia 12 tahun.
Tetapi ketika aku berumur 10 tahun, aku tidak pernah bertemu kakak tingkatku lagi, dikala itu aku benar-benar terjerumus dengan teman seusiaku. Disana aku merasa sangat-sangat rugi berteman dengan mereka, tetapi sekarang aku berpikir, masa lalu tidak bisa aku salahkan, disanalah aku belajar, bagaimana manusia bisa hidup dikala mereka tidak memiliki sisi baik?
Kembali lagi, kala aku berumur 12 tahun aku menemukan lagi sosok orang yang membuat pandanganku berubah. Dia sangat tau tentang agama, sholatnya pun jarang tinggal. Aku katakan lagi, dia sebagai contohku. Disana aku mulai berpikir lagi, tujuanku ketika itu adalah memiliki akhlak yang baik dengan cara aku tidak akan meninggalkan perintahNya. Allah swt. Disana aku mulai sadar, aku hanya mengejar tujuanku di dunia. Bagaimana dengan akhiratku?
Diumur 12 tahun inilah, pandanganku mulai berubah, memang sebagian orang mungkin tidak mempercayainya. Tapi percayalah, di umur ini aku memiliki teman-teman yang sangat baik pula, dan dia yang menjadi contohku.
Masih diumur yang sama, aku memiliki tujuan lagi, bagaimana kalau tujuanku bisa masuk rank 3 besar? Tidak masalah bukan? Itu tujuanku. Dengan tujuan itu aku sangat rajin belajar, setiap pulang sekolah aku selalu mengulang pelajaran, sholat yang dulu selalu aku lalaikan, dan diumur 12 tahun ini sholat tidak pernah ku tinggalkan, dikala ini juga aku sudah memantapkan niat ku untuk berjilbab, dan memang sudah berjanji tidak akan membuka jilbab kepada yang bukan mahramku. Itu karena dia yang kuanggap menjadi contohku. Asal kalian tahu, diumur ini aku sudah belajat sholat malam, yang dikenal dengan tahajud.
Seiringnya aku melakukan itu, tujuanku tercapai. Aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Tetapi ketika aku berumur 13 tahun semua tujuanku yang kurancang dengan baik tiba-tiba hilang, seperti angin yang meniup debu. Tetapi aku ingat, dikala itu tujuanku adalah aku ingin pintar belajar bahasa inggris.
Memang, dari sd aku tidak pernah mengenal bahasa inggris, hanya 2 tahun dikala itu aku belajar bahasa inggris sekitar kelas 3 dan 4. Di smp inilah aku tidak mengerti apa pun tentang bahasa inggris ini, aku sangat membenci bahasa inggris, setiap guru bahasa inggris ini masuk, aku tidak menyimaknya dengan baik, memang saat itu satu kosa kata pun aku tidak tau.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai berpikir jika aku terus-terusan membenci bahasa inggris, bagaimana aku akan berhasil menguasainya? Betul bukan? Aku mulai mencintai bahasa inggris dikala umur 12 tahun menuju 13 tahun, aku mulai belajar bahasa inggris perlahan, dari hal yang sangar dasar, bagaimana cara berhitung, cara menyebutkan benda, dan bernyanyi bahasa inggris tentunya.
Dikala itu, aku menemukan seorang guru yang membuat persepsi ku tentang bahasa inggris berubah, kau tahu? Aku mulai belajar bahasa inggris dengannya, dengan les tentu saja. Setiap hari aku selalu mendengarkan lagu bahasa inggris, yang kadang aku tidak mengetahui apa artinya. Aku hanya mendengar saja mereka bernyanyi dan aku mencoba menghafalkannya. Tentu saja bernyanyi lagu bahasa inggris dengan pronounce yang sangat aneh itu yang kupirkan waktu itu.
Setelah mendengarkan lagu, aku mencoba untuk mencintai kamus bahasa inggris, yang setiap hari aku baca, aku hafal, dan aku belajar bagaimana cara menyebutkan satu kata demi kata. Memang sulit. Disaat itu juga aku mulai mengenal dunia hollywood aku belajar banyak dari sana, bagaimana cara belajar bahasa inggris, aku selalu menonton film yang berbau dengan kehidupan orang luar, entah mengerti atau tidak aku tetap melanjutkannya.
Progress yang kujalani sangat panjang ketika memiliki tujuan untuk pintar dalam bahasa inggris, dan sekarang kalian tahu, aku berhasil menggapai tujuanku untuk pintar bahasa inggris. Bagaimana caranya? Cintailah tujuanmu itu, jangan kalian benci. If you stop believing. You can't reach your goals. As you know, you stop dreaming too.
Setelah mencapai tujuanku itu, tujuanku bertambah lagi, bahkan sangat-sangat banyak jika kuceritakan. Salah satunya dikala itu tujuanku ingin memiliki seseorang yang spesial memang dimasa itu disaat berumur 13 tahun, aku memiliki tujuan seperti itu. Tetapi ya, mungkin tujuanku itu tidak sangat penting sepertinya.
Selanjutnya, aku memiliki tujuan yaitu menjadi seorang pribadi yang percaya diri untuk berani mengutarakan pendapat yang kumiliki, diumur inilah aku mencoba menjadi seorang penilai mungkin, yang berani mengutarakan pendapatku sendiri. Hanya satu yang menjadi patokanku You must started now.
Umurku mulai bertambah dikala itu tujuanku ingin masuk sma favorit, disini aku mulai tidak fokus dengan tujuanku sendiri, aku terlalu malas, bahkan aku melupakan tujuanku sendiri, aku malah melakukan hal yang seharusnya tidak kulakukan. Perjuanganku dikala itu tidak semaksimal yang kulakukan. Kalian tau? Aku tidak bisa menggapai tujuanku sendiri.
Ketika aku tau, tujuanku sudah hilang bahkan aku berfikir aku seharusnya tidak memiliki tujuan, jika berandai-andai dan kenyataannya tidak seperti yang aku mau. Percuma. Aku berpikir seperti itu saat aku sangat kecewa pada diriku sendiri, bagaikan orang bodoh sekali. I just like a dumb person, can't do anything. Bahkan disaat itu, I make my parents dissapointed. Yang awalnya selalu bangga padaku, karena aku bisa mencapai tujuanku sendiri dengan caraku sendiri, pada waktu itu tidak.
Aku sangat sangat sangat bodoh. Aku hanya ingin waktu itu bisa terulang kembali, dan aku bisa memperbaiki tujuanku sendiri. Disaat umur 14 tahun ini aku memutuskan bahwa tujuan itu tidak penting untuk hidupmu. Your goals its not important for your life, If you can't reach your goals you feel hopeless.
Disinilah, tujuanku sendiri harus dibantu dengan orang asing. I just feel like, Why I am so stupid? Why I am allowed someone to disturb my bussiness? I just think "I should have finish my bussiness with my own way not someones way"
Tujuanku berhasil berkat bantuan orang asing. Aku belum bertekad memiliki tujuan, feel like arrogant right?
At last akhirnya aku berpikir lagi bahwa tujuan itu penting untuk kehidupan. Bagaimana kamu mencapai hidupmu? Bagaimana kamu bisa merasa puas?
Bagaimana kamu merasa kamu harus memperjuangkan sesuatu?
Bila kita tidak memiliki tujuan.
Sekarang ini aku memiliki tujuan. Tujuanku kau tahu? Aku ingin menjelajahi seluruh dunia. Sungguh hal yang terlihat tidak mungkin bukan? Tapi aku yakin aku bisa mencapai tujuanku sendiri dengan caraku sendiri. Mengelilingi dunia itu hal yang kecil teman. Dunia ini ibaratkan sebuah kelereng, jika kita meminta kepada pencipta dunia, It will happend. Karena Allah yang punya dunia ini, dengan cara apa pun jika kau yakin dengan tujuanmu, Allah dengan mudah mengabulkannya.
Bagaimana lagi jika aku ingin mengelilingi dunia dengan pesawat jetku sendiri? Aku yakin kalian berpikir Its imposible. But I'm sure it will happend. Soon. Bagaimana jika memang terjadi? Mencapai tujuan sendiri dengan cara sendiri?
Aku yakin semua orang memiliki tujuannya sendiri. Sebenarnya aku ingin menceritakan puluhan bahkan ratusan tujuanku sekarang tapi lebih baik aku ceritakan kepada-Nya. Allah pencipta semua apa yang kita inginkan. Semakin kita dekat dengan-Nya, semakin mudah juga tujuan kita akan kita capai. Bagaimana? Jika kalian penasaran mengapa aku tidak menceritkana tujuanku kedepannya aku teringat dengan suatu pepatah
3 things to keep private:
Your love life
Your income
Your next move
Actually I just want to make suprise to people who always judge me yang selalu bilang "Mimpimu ketinggian"
Aku yakin semua orang bisa mencapai tujuannya, dengan semaksimal tenaga yang kamu keluarkan pasti kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan sebanding dengan caramu berusaha.
At least just trust your dream. Keep dreaming, working smart, be confident and someday someone can say "Because of you I can do what should I do"
Do something today that your future self will thank you for.
Pertanyaan itu selalu tergiang-giang di kepalaku. Tujuan? Pernahkah kamu memikirkan tujuanmu? Untuk apa kamu hidup sekarang?
Selalu. Selalu kupikirkan bahwa setiap orang memiliki tujuan untuk hidupnya masing-masing. Tujuan yang dia buat sendiri, atau tujuan yang sudah diberi oleh Nya. Yang dikenal takdir.
Kuberi waktu kalian 1 menit untuk memikirkan tujuanmu. Apa cukup 1 menit? Tentu tidak. Ibaratkan kalian membangun suatu rumah, tidak dengan sekejap mata rumah itu akan jadi. Perlu perencanaan tentunya. Ukuran, panjang, lebar, tinggi, dan sebagainya. Begitu pula dengan tujuan yang kalian punya.
Dari aku umur 5 tahun, aku sudah memikirkan aku ingin menjadi dokter. Jadi tujuanku untuk menjadi dokter. Bukan hanya itu saja tujuanku hidup. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usiaku kira-kira aku berumur 8 tahun tujuanku untuk hidup ingin menjadi orang kaya. Bukan tanpa sebab aku berkata seperti itu, karena terlalu banyak melihat orang-orang elit yang dekat dengan diriku, aku ingin menjadi seperti mereka.
Memang lucu, tujuanku ingin menjadi orang kaya. Tetapi ketika aku di umur 8 tahun, apalah hanya bocah sd yang tau hidup itu berjalan mudah. Tujuanku tetap menjadi orang kaya, bahkan aku sudah berandai-andai jika aku menjadi orang kaya, aku akan membangun rumah bagaikan istana, dan jalan menuju rumahku merupakan miliku sendiri. Memang bocah sekali.
Seiring dengan semakin berandai-andai usiaku bertambah ketika berumur 11 tahun aku mulai memiliki tujuan yaitu ingin memiliki nilai UN tertinggi se-Indonesia memang sangat-sangat tidak diprediksi aku memilki tujuan seperti, walaupun nilai UN ku tidak seperti tujuan yang ku inginkan tetapi aku puas.
Usiaku semakin bertambah, dikala itu umurku 12 tahun aku mulai berpikir lagi, apa tujuan hidupku hanya untuk menjadi dokter? Untuk menjadi orang kaya? Untuk memiliki nilai UN tertinggi? Tentu tidak. Aku mulai berpikir tentang agamaku sendiri, dikala itu ketika aku berumur 9 tahun, aku bertemu seorang perempuan, perempuan ini yang kerap kali aku jadikan contohku. Siapa dia? Kakak tingkatku, dia cantik, baik, pintar dan yang paling aku bangga dengannya dia memang sangat-sangat mengetahui agama, suara ngajinya sangat bagus, usia kami berbeda 3 tahun, mungkin dikala itu usia dia 12 tahun.
Tetapi ketika aku berumur 10 tahun, aku tidak pernah bertemu kakak tingkatku lagi, dikala itu aku benar-benar terjerumus dengan teman seusiaku. Disana aku merasa sangat-sangat rugi berteman dengan mereka, tetapi sekarang aku berpikir, masa lalu tidak bisa aku salahkan, disanalah aku belajar, bagaimana manusia bisa hidup dikala mereka tidak memiliki sisi baik?
Kembali lagi, kala aku berumur 12 tahun aku menemukan lagi sosok orang yang membuat pandanganku berubah. Dia sangat tau tentang agama, sholatnya pun jarang tinggal. Aku katakan lagi, dia sebagai contohku. Disana aku mulai berpikir lagi, tujuanku ketika itu adalah memiliki akhlak yang baik dengan cara aku tidak akan meninggalkan perintahNya. Allah swt. Disana aku mulai sadar, aku hanya mengejar tujuanku di dunia. Bagaimana dengan akhiratku?
Diumur 12 tahun inilah, pandanganku mulai berubah, memang sebagian orang mungkin tidak mempercayainya. Tapi percayalah, di umur ini aku memiliki teman-teman yang sangat baik pula, dan dia yang menjadi contohku.
Masih diumur yang sama, aku memiliki tujuan lagi, bagaimana kalau tujuanku bisa masuk rank 3 besar? Tidak masalah bukan? Itu tujuanku. Dengan tujuan itu aku sangat rajin belajar, setiap pulang sekolah aku selalu mengulang pelajaran, sholat yang dulu selalu aku lalaikan, dan diumur 12 tahun ini sholat tidak pernah ku tinggalkan, dikala ini juga aku sudah memantapkan niat ku untuk berjilbab, dan memang sudah berjanji tidak akan membuka jilbab kepada yang bukan mahramku. Itu karena dia yang kuanggap menjadi contohku. Asal kalian tahu, diumur ini aku sudah belajat sholat malam, yang dikenal dengan tahajud.
Seiringnya aku melakukan itu, tujuanku tercapai. Aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Tetapi ketika aku berumur 13 tahun semua tujuanku yang kurancang dengan baik tiba-tiba hilang, seperti angin yang meniup debu. Tetapi aku ingat, dikala itu tujuanku adalah aku ingin pintar belajar bahasa inggris.
Memang, dari sd aku tidak pernah mengenal bahasa inggris, hanya 2 tahun dikala itu aku belajar bahasa inggris sekitar kelas 3 dan 4. Di smp inilah aku tidak mengerti apa pun tentang bahasa inggris ini, aku sangat membenci bahasa inggris, setiap guru bahasa inggris ini masuk, aku tidak menyimaknya dengan baik, memang saat itu satu kosa kata pun aku tidak tau.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai berpikir jika aku terus-terusan membenci bahasa inggris, bagaimana aku akan berhasil menguasainya? Betul bukan? Aku mulai mencintai bahasa inggris dikala umur 12 tahun menuju 13 tahun, aku mulai belajar bahasa inggris perlahan, dari hal yang sangar dasar, bagaimana cara berhitung, cara menyebutkan benda, dan bernyanyi bahasa inggris tentunya.
Dikala itu, aku menemukan seorang guru yang membuat persepsi ku tentang bahasa inggris berubah, kau tahu? Aku mulai belajar bahasa inggris dengannya, dengan les tentu saja. Setiap hari aku selalu mendengarkan lagu bahasa inggris, yang kadang aku tidak mengetahui apa artinya. Aku hanya mendengar saja mereka bernyanyi dan aku mencoba menghafalkannya. Tentu saja bernyanyi lagu bahasa inggris dengan pronounce yang sangat aneh itu yang kupirkan waktu itu.
Setelah mendengarkan lagu, aku mencoba untuk mencintai kamus bahasa inggris, yang setiap hari aku baca, aku hafal, dan aku belajar bagaimana cara menyebutkan satu kata demi kata. Memang sulit. Disaat itu juga aku mulai mengenal dunia hollywood aku belajar banyak dari sana, bagaimana cara belajar bahasa inggris, aku selalu menonton film yang berbau dengan kehidupan orang luar, entah mengerti atau tidak aku tetap melanjutkannya.
Progress yang kujalani sangat panjang ketika memiliki tujuan untuk pintar dalam bahasa inggris, dan sekarang kalian tahu, aku berhasil menggapai tujuanku untuk pintar bahasa inggris. Bagaimana caranya? Cintailah tujuanmu itu, jangan kalian benci. If you stop believing. You can't reach your goals. As you know, you stop dreaming too.
Setelah mencapai tujuanku itu, tujuanku bertambah lagi, bahkan sangat-sangat banyak jika kuceritakan. Salah satunya dikala itu tujuanku ingin memiliki seseorang yang spesial memang dimasa itu disaat berumur 13 tahun, aku memiliki tujuan seperti itu. Tetapi ya, mungkin tujuanku itu tidak sangat penting sepertinya.
Selanjutnya, aku memiliki tujuan yaitu menjadi seorang pribadi yang percaya diri untuk berani mengutarakan pendapat yang kumiliki, diumur inilah aku mencoba menjadi seorang penilai mungkin, yang berani mengutarakan pendapatku sendiri. Hanya satu yang menjadi patokanku You must started now.
Umurku mulai bertambah dikala itu tujuanku ingin masuk sma favorit, disini aku mulai tidak fokus dengan tujuanku sendiri, aku terlalu malas, bahkan aku melupakan tujuanku sendiri, aku malah melakukan hal yang seharusnya tidak kulakukan. Perjuanganku dikala itu tidak semaksimal yang kulakukan. Kalian tau? Aku tidak bisa menggapai tujuanku sendiri.
Ketika aku tau, tujuanku sudah hilang bahkan aku berfikir aku seharusnya tidak memiliki tujuan, jika berandai-andai dan kenyataannya tidak seperti yang aku mau. Percuma. Aku berpikir seperti itu saat aku sangat kecewa pada diriku sendiri, bagaikan orang bodoh sekali. I just like a dumb person, can't do anything. Bahkan disaat itu, I make my parents dissapointed. Yang awalnya selalu bangga padaku, karena aku bisa mencapai tujuanku sendiri dengan caraku sendiri, pada waktu itu tidak.
Aku sangat sangat sangat bodoh. Aku hanya ingin waktu itu bisa terulang kembali, dan aku bisa memperbaiki tujuanku sendiri. Disaat umur 14 tahun ini aku memutuskan bahwa tujuan itu tidak penting untuk hidupmu. Your goals its not important for your life, If you can't reach your goals you feel hopeless.
Disinilah, tujuanku sendiri harus dibantu dengan orang asing. I just feel like, Why I am so stupid? Why I am allowed someone to disturb my bussiness? I just think "I should have finish my bussiness with my own way not someones way"
Tujuanku berhasil berkat bantuan orang asing. Aku belum bertekad memiliki tujuan, feel like arrogant right?
At last akhirnya aku berpikir lagi bahwa tujuan itu penting untuk kehidupan. Bagaimana kamu mencapai hidupmu? Bagaimana kamu bisa merasa puas?
Bagaimana kamu merasa kamu harus memperjuangkan sesuatu?
Bila kita tidak memiliki tujuan.
Sekarang ini aku memiliki tujuan. Tujuanku kau tahu? Aku ingin menjelajahi seluruh dunia. Sungguh hal yang terlihat tidak mungkin bukan? Tapi aku yakin aku bisa mencapai tujuanku sendiri dengan caraku sendiri. Mengelilingi dunia itu hal yang kecil teman. Dunia ini ibaratkan sebuah kelereng, jika kita meminta kepada pencipta dunia, It will happend. Karena Allah yang punya dunia ini, dengan cara apa pun jika kau yakin dengan tujuanmu, Allah dengan mudah mengabulkannya.
Bagaimana lagi jika aku ingin mengelilingi dunia dengan pesawat jetku sendiri? Aku yakin kalian berpikir Its imposible. But I'm sure it will happend. Soon. Bagaimana jika memang terjadi? Mencapai tujuan sendiri dengan cara sendiri?
Aku yakin semua orang memiliki tujuannya sendiri. Sebenarnya aku ingin menceritakan puluhan bahkan ratusan tujuanku sekarang tapi lebih baik aku ceritakan kepada-Nya. Allah pencipta semua apa yang kita inginkan. Semakin kita dekat dengan-Nya, semakin mudah juga tujuan kita akan kita capai. Bagaimana? Jika kalian penasaran mengapa aku tidak menceritkana tujuanku kedepannya aku teringat dengan suatu pepatah
3 things to keep private:
Your love life
Your income
Your next move
Actually I just want to make suprise to people who always judge me yang selalu bilang "Mimpimu ketinggian"
Aku yakin semua orang bisa mencapai tujuannya, dengan semaksimal tenaga yang kamu keluarkan pasti kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan sebanding dengan caramu berusaha.
At least just trust your dream. Keep dreaming, working smart, be confident and someday someone can say "Because of you I can do what should I do"
Do something today that your future self will thank you for.
Komentar
Posting Komentar